salam
tepat jam 1.50 pagi 31 ogos 2011.....
aku merindui mak dan ayah
rindu yang x dapat dibayangkan bagaimana
rindu pada tangan mama yang membelai
rindu pada wajah ayah yang penyayang
rindu kucupan mama di pipiku
rindu ciuman ayah di dahiku
rindu rangkulan mama dan ayahku
rindu untuk memandang wajah mereka
rindu untuk mencium tangan mereka
rindu untuk memeluk batang tubuh mereka
rindukan kata nasihat mereka
rindu untuk menolong mama buat kuih pagi-pagi
rindu mendengar deruman motor ayah menghantar kuih jualan kami ke kantin-kantin
rindu aroma kopi bancuhan mama untuk ayah pada waktu pagi dan petang
rindu asam pedas mama
rindu masa-masa perbualan aku dan ayah ketika waktu senggang
aku rindu untuk memberikan keputusan peperiksaan yang cemerlang kepada mereka
aku rindu untuk menyenangkan hati mereka
aku sangat rindu
rindu yang teramat
sampai aku tidak sanggup untuk menyuarakan nya
aku rindu semua detik-detik itu
aku mahukan detik-detik itu tidak hilang ditelan arus masa
aku inginkan kekuatan untuk melampiaskan rindu ku itu
dimana kekuatan itu????
dimana???
dimana hilangnya kekuatan itu?
yang dulu kekuatan itu ada dalam diri aku
kini hilang begitu sahaja.....
atas sebab apa? atas dasar apa ia meninggalkan aku?
disaat aku sangat memerlukan kekuatan itu??
maka aku perlukan seorang teman
teman yang sanggup berjuang bersama aku
aku tidak mahu teman yang lalai dan leka bersama aku
aku tidak perlukan teman seperti itu......
apa yang aku perlukan ialah sorang teman yang menegur kesilapan aku
tanpa rasa takut, tanpa rasa jemu
seorang teman yang mendekatkan diri aku kepadaNya
menahan aku dari kemungkaran, menbantu aku ke arah kebaikan....
agar dapat aku menunaikan segala perasaan rinduku
agar dapat aku membahagiakan kedua orang tua ku...
agar dapat aku memperolehi rahmat dari yang maha Esa.......amin.....
"sesungguhnya S0LATKU, IBADAHKU, HIDUPKU, MATIKU hanyalah untukMU ya Allah"
Showing posts with label tangisan seorang hamba. Show all posts
Showing posts with label tangisan seorang hamba. Show all posts
Wednesday, August 31, 2011
Thursday, August 25, 2011
Aku rindu ...
Aku rindu...zaman ketika “halaqoh” adalah kebutuhan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan
Aku rindu...zaman ketika “membina” adalah kewajiban, bukan pilihan apalagi beban dan paksaan
Aku rindu...zaman ketika “dauroh” menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan
Aku rindu...zaman ketika “tsiqoh” menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan
Aku rindu...zaman ketika “tarbiyah” adalah pengorbanan, bukan tuntutan dan hujatan
Aku rindu...zaman ketika “nasihat” menjadi kesenangan, bukan su'udzon atau menjatuhkan
Aku rindu..zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da'wah ini
Aku rindu..zaman ketika “nasyid ghuroba” menjadi lagu kebangsaan
Aku rindu..zaman ketika hadir di “liqo” adalah kerinduan, dan terlambat adalah kelalaian
Aku rindu..zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas
Aku rindu..zaman ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh dakwah di desa sebelah
Aku rindu..zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infak, alat tulis, buku catatan dan Qur'an terjemahan ditambah sedikit hafalan
Aku rindu..zaman ketika seorang binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo
Aku rindu..zaman ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat berita kumpul subuh harinya
Aku rindu..zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya
Aku rindu..zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya
Aku rindu zaman itu, Aku rindu...
Ya ALLAH,
Jangan Kau buang kenikmatan berda'wah dari hati-hati kami
Jangan Kau jadikan hidup ini,hanya berjalan di tempat yang sama
(Allahyarham KH. Rahmat Abdullah)
taken from: blog rihlat aljannah
Labels:
nasihat,
rindu,
tangisan seorang hamba,
tarbiah
Subscribe to:
Posts (Atom)